RSS

Murraya paniculata L. Jack SEBAGAI OBAT ORKHITIS

25 Jun

Klasifikasi :

Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi   : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi             : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas            : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas     : Rosidae
Ordo             : Sapindales
Famili            : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus            : Murraya
Spesies          : Murraya paniculata L. Jack

Sinonim         : Chalcas exotica (L.) Millsp, Chalcas paniculata L., Murraya exotica L.

Tanaman  ini termasuk habitus pohon, dengan tinggi sekita 3-7 meter. Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian ± 400 m dpl. Variasi morfologi besar sekali. Batangnya keras, beralur, tidak berduri Berkayu, beralur, percabangan monopodial, coklat kotor.

Daunnya majemuk, anak daun empat sampai tujuh, permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, hijau. Majemuk, bentuk tandan, kelopak 2-25 mm, benang sari bentuk jarum, putih, putik satu, putih, mahkota panjang 6-27 mm, lebar 4-10 mm, putih. Buah berbentuk Buni, jorong, diameter ± 1 cm, masih muda hijau selelah tua merah. Biji berbentuk kecil, lanset, putih,  dan berakar tunggang, kuning keputih-putihan.

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui  antara lain pada daun yang mengandung cadinene,methyl anthranilate, bisabolene, betha-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicilate, s-quaiazulene, osthole peniculatin,coumurrayin. Kulit batangnya mengandung mexotionin,5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin, dan untuk buahnya mengandung semi-alfa-carotenone, serta bunganya mengandung scopoletin, dengan pemerian berupa rasa pahit, pedas dan hangat.

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.      Bisul. Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya
tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali,
masing-masing 1/2 gelas.

2.      Rematik, memar terpukul. Akar kering 15 – 30 gram dicuci bersih, kemudian digodok dengan arak dan air, minum. Bisa juga berupa sebanyak 15-30 gram akar kering kemuning dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc) dicuci bersih lalu direbus dengan air 600 cc hingga tersisa 200 cc. Kemudian disaring dan airnya diminum.

3.         Sakit gigi. Minyak dari kulit batang kemuning yang dibakar, dioleskan kedalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter gigi untuk ditambal.

4.         Menguruskan badan. Segenggam penuh daun kemuning ditambah segenggam penuh daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan 1/2 jari kelingking temu giring, ditumbuk halus sambil ditambahkan 1 cangkir air, kemudian diperas dengan sepotong kain. Minum pagi-pagi sebelum makan.

5.         Infeksi saluran kencing. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).

6.         Datang haid tidak teratur. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum). Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing – masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1
jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air
bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

7.         Untuk mengobati batu ginjal, batu kandung kemih, daun kemuning segar ditambah 150 cc air lalu dijus. Setelah itu disaring lalu diminum airnya.

8.         Untuk pemakaian luar tumbuhan kemuning segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Atau, bisa dengan cara direbus kemudian airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit. Sedangkan untuk pemakaian dalam (minum), 9 – 15 gram kemuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus dan airnya diminum.

9.         Memar. Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di
atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang
memar.

10.       Radang buah zakar. Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai  airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali
sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

11.       Kulit kasar. Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

Efek farmakologis dan hasil penelitian membuktikan infus daun kemuning dengan dosis 1.000 mg serbuk/kg bb mencit albino pada percobaan analgesik dengan bahan pembanding asetosal 52 mg/kg bb, memberikan efek analgesik. Infus daun kemuning dengan dosis 210 mg, 420 mg dan 840 mgl 200 g bb diberikan per oral pada tikus sesaat sebelum penyuntikkan 0,2 ml larutan karagenin 1 % dalam NaCl fisiologis secara subplantar (zat pembuat udern buatan). Pada infus daun kemuning dengan dosis 840 mg/200 g bb menunjukkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak dengan dosis 8 mg/200 g bb yang digunakan sebagai pembanding. Infus daun kemuning 10%, 20%, 30%, 40% sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badan secara bermakna.

Serbuk daun kemuning diekstraksi secara sinambung dengan pelarut eter minyak tanah. Ampas diekstraksi dengan kloroform kemudian dengan etanol 95%. Ekstrak etanol dikeringkan, dilarutkan dalam air dan diekstraksi berturut-turut dengan eter, etil asetat dan n-butanol. Air yang mungkin terdapat dalam ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol dikeringkan menggunakan natrium sulfat kering. Ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol diperiksa secara kromatografi kertas menggunakan fase pendukung kertas Whatman no1, pengembang asam asetat 50%, Forestal (asam asetat:asam klorida pekat:air = 10:3:30) dan BAW (n-butanol:asam asetat:air = 4:1:5, diambil fase organiknya), penampak noda alumunium(III)klorida 1%, asam borat 5% dan sinar ultraviolet 365nm. Ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol dikromatografi kertas preparatif menggunakan kertas Whatman no3, pengembang asam asetat 50%. Penampak noda sinar uv 365 nm.

Tahap karakterisasi antara lain menggunakan kromatografi kertas spektrofotometri Uv-Vis. Isolat dikromatografi kertas menggunakan kertas Whatman no1; cairan pengembang asam asetat 50%, Forestal (asam asetat-asam klorida pekat-air (10:3:30), BAW; penampak noda alumunium(III)klorida 1%, asam borat 5%, sinar Uv 365nm. Pemeriksaan Uv-vis dalam pelarut metanol, metanol ditambah alumunium(III)klorida, metanol ditambah alumunium(III)klorida ditambah asam klorida, metanol ditambah natrium asetat, metanol ditambah natrium asetat ditambah asam borat.

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antioksidan ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L) Jack ) dengan menggunakan metode linoleat-tiosianat dan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil). Ekstrak etanol diencerkan dalam berbagai konsentrasi yakni 1 %, 5 % dan 10 %, kemudian diuji daya anti-oksidannya. Dengan metode linoleat-tiosianat, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemuning dengan konsentrasi 1%; 5% dan 10 % mempunyai daya antioksidan dengan perbedaan absorbansi yang signifikan (P <0,05). Ekstrak etanol daun kemuning dengan konsentrasi yang berbeda juga diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH dan hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemuning mempunyai nilai IC50 sebesar 126,17 μg/ml, 15 kali lebih lemah dibanding dengan vitamin E (IC50 vitamin E = 8,27 μg/ml). Daya antioksidan daun kemuning kemungkinan ditimbulkan oleh karena adanya kandungan flavonoidnya.

Dari berbagai sumber

 

Tentang Norhadijah Je

Aku dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1991, di kota Banjarbaru, pendidikan formal pertama yang aku masuki adalah TK.Trisula, kemudian aku iku
Leave a comment

Posted by pada 25 Juni 2009 in tugas

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.