RSS

Arsip Kategori: tugas

Si Tarap Yang Mengalihkan Duniaku

Beberapa hari belakangan ini, aq lg “sibuk” ngerjain tugas biokimia tentang potensi kalimantan selatan,,, hmmm,.. Bingung,, mo ngambil topik apa sampai dapat ide gara2 ngeliat status nya ka lili tentang mandai tarap,, hmm,, menarik sepertinya,,hehe,,

tau mandai itu apa,,?

Mandai adalah jenis makanan tradisional (Kalimantan Selatan) dibuat dengan Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by pada 2 Januari 2010 in Kampus, tugas

 

Suspensi dan Emulsi sediaan yang Mesti dikocok

Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersi dalam cairan pembawa distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.

a)      Fase dispers / fase internal / fase diskontinyu yaitu zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil kedalam zat cair lain.

b)      Fase kontinyu / fase eksternal / fase luar yaitu zat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai bahan dasar (pendukung) dari emulsi tersebut.

c)      Emulgator adalah bagian Berupa zat yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi.

Berdasarkan macam zat cair yang berfungsi sebagai fase internal ataupun eksternal, maka emulsi digolongkan menjadi dua macam yaitu :

Emulsi tipe O/W (oil in water) atau M/A (minyak dalam air)

Emulsi tipe W/O (water in oil) atau A/M (air dalam minyak)

Tujuan pemakaian emulsi adalah : Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by pada 20 November 2009 in tugas

 

Murraya paniculata L. Jack SEBAGAI OBAT ORKHITIS

Klasifikasi :

Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi   : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi             : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas            : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas     : Rosidae
Ordo             : Sapindales
Famili            : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus            : Murraya
Spesies          : Murraya paniculata L. Jack

Sinonim         : Chalcas exotica (L.) Millsp, Chalcas paniculata L., Murraya exotica L.

Tanaman  ini termasuk habitus pohon, dengan tinggi sekita 3-7 meter. Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian ± 400 m dpl. Variasi morfologi besar sekali. Batangnya keras, beralur, tidak berduri Berkayu, beralur, percabangan monopodial, coklat kotor.

Daunnya majemuk, anak daun empat sampai tujuh, permukaan licin, bentuk corong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, hijau. Majemuk, bentuk tandan, kelopak 2-25 mm, benang sari bentuk jarum, putih, putik satu, putih, mahkota panjang 6-27 mm, lebar 4-10 mm, putih. Buah berbentuk Buni, jorong, diameter ± 1 cm, masih muda hijau selelah tua merah. Biji berbentuk kecil, lanset, putih,  dan berakar tunggang, kuning keputih-putihan.

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui  antara lain pada daun yang mengandung cadinene,methyl anthranilate, bisabolene, betha-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicilate, s-quaiazulene, osthole peniculatin,coumurrayin. Kulit batangnya mengandung mexotionin,5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin, dan untuk buahnya mengandung semi-alfa-carotenone, serta bunganya mengandung scopoletin, dengan pemerian berupa rasa pahit, pedas dan hangat.

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.      Bisul. Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya
tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali,
masing-masing 1/2 gelas.

2.      Rematik, memar terpukul. Akar kering 15 – 30 gram dicuci bersih, kemudian digodok dengan arak dan air, minum. Bisa juga berupa sebanyak 15-30 gram akar kering kemuning dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc) dicuci bersih lalu direbus dengan air 600 cc hingga tersisa 200 cc. Kemudian disaring dan airnya diminum.

3.         Sakit gigi. Minyak dari kulit batang kemuning yang dibakar, dioleskan kedalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter gigi untuk ditambal.

4.         Menguruskan badan. Segenggam penuh daun kemuning ditambah segenggam penuh daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan 1/2 jari kelingking temu giring, ditumbuk halus sambil ditambahkan 1 cangkir air, kemudian diperas dengan sepotong kain. Minum pagi-pagi sebelum makan.

5.         Infeksi saluran kencing. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum).

6.         Datang haid tidak teratur. Daun atau akar kering 9 – 15 gr (30 – 60 gr segar direbus, minum). Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing – masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1
jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air
bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

7.         Untuk mengobati batu ginjal, batu kandung kemih, daun kemuning segar ditambah 150 cc air lalu dijus. Setelah itu disaring lalu diminum airnya.

8.         Untuk pemakaian luar tumbuhan kemuning segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Atau, bisa dengan cara direbus kemudian airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit. Sedangkan untuk pemakaian dalam (minum), 9 – 15 gram kemuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus dan airnya diminum.

9.         Memar. Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di
atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang
memar.

10.       Radang buah zakar. Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai  airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali
sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

11.       Kulit kasar. Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

Efek farmakologis dan hasil penelitian membuktikan infus daun kemuning dengan dosis 1.000 mg serbuk/kg bb mencit albino pada percobaan analgesik dengan bahan pembanding asetosal 52 mg/kg bb, memberikan efek analgesik. Infus daun kemuning dengan dosis 210 mg, 420 mg dan 840 mgl 200 g bb diberikan per oral pada tikus sesaat sebelum penyuntikkan 0,2 ml larutan karagenin 1 % dalam NaCl fisiologis secara subplantar (zat pembuat udern buatan). Pada infus daun kemuning dengan dosis 840 mg/200 g bb menunjukkan efek anti-inflamasi mendekati natrium diklofenak dengan dosis 8 mg/200 g bb yang digunakan sebagai pembanding. Infus daun kemuning 10%, 20%, 30%, 40% sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badan secara bermakna.

Serbuk daun kemuning diekstraksi secara sinambung dengan pelarut eter minyak tanah. Ampas diekstraksi dengan kloroform kemudian dengan etanol 95%. Ekstrak etanol dikeringkan, dilarutkan dalam air dan diekstraksi berturut-turut dengan eter, etil asetat dan n-butanol. Air yang mungkin terdapat dalam ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol dikeringkan menggunakan natrium sulfat kering. Ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol diperiksa secara kromatografi kertas menggunakan fase pendukung kertas Whatman no1, pengembang asam asetat 50%, Forestal (asam asetat:asam klorida pekat:air = 10:3:30) dan BAW (n-butanol:asam asetat:air = 4:1:5, diambil fase organiknya), penampak noda alumunium(III)klorida 1%, asam borat 5% dan sinar ultraviolet 365nm. Ekstrak eter, etil asetat dan n-butanol dikromatografi kertas preparatif menggunakan kertas Whatman no3, pengembang asam asetat 50%. Penampak noda sinar uv 365 nm.

Tahap karakterisasi antara lain menggunakan kromatografi kertas spektrofotometri Uv-Vis. Isolat dikromatografi kertas menggunakan kertas Whatman no1; cairan pengembang asam asetat 50%, Forestal (asam asetat-asam klorida pekat-air (10:3:30), BAW; penampak noda alumunium(III)klorida 1%, asam borat 5%, sinar Uv 365nm. Pemeriksaan Uv-vis dalam pelarut metanol, metanol ditambah alumunium(III)klorida, metanol ditambah alumunium(III)klorida ditambah asam klorida, metanol ditambah natrium asetat, metanol ditambah natrium asetat ditambah asam borat.

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antioksidan ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L) Jack ) dengan menggunakan metode linoleat-tiosianat dan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil). Ekstrak etanol diencerkan dalam berbagai konsentrasi yakni 1 %, 5 % dan 10 %, kemudian diuji daya anti-oksidannya. Dengan metode linoleat-tiosianat, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemuning dengan konsentrasi 1%; 5% dan 10 % mempunyai daya antioksidan dengan perbedaan absorbansi yang signifikan (P <0,05). Ekstrak etanol daun kemuning dengan konsentrasi yang berbeda juga diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH dan hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemuning mempunyai nilai IC50 sebesar 126,17 μg/ml, 15 kali lebih lemah dibanding dengan vitamin E (IC50 vitamin E = 8,27 μg/ml). Daya antioksidan daun kemuning kemungkinan ditimbulkan oleh karena adanya kandungan flavonoidnya.

Dari berbagai sumber

 
Leave a comment

Posted by pada 25 Juni 2009 in tugas

 

Pesisir Pantai dan Daerah Tangkapan Air di Kabupaten Tanah Laut

Lahan Basah (wetlands) menurut konvensi Ramsar, dapat diartikan sebagai lahan basah yang secara alami atau buatan selalu tergenang, baik secara terus-menerus ataupun musiman, dengan air yang diam ataupun mengalir. Air yang menggenangi lahan  basah dapat berupa air tawar, payau dan asin. Tinggi muka air laut yang menggenangi lahan basah yang terdapat di pinggir laut tidak lebih dari 6 meter pada kondisi surut.

Pada praktikum kali ini yang dilakukan pada tanggal 8 Juni 2009 s/d 10 Juni 2009, kami melakukan observasi lapangan mengenai keadaan lingkungan lahan basha di tiga tempat, yaitu lahan basah rawa gambut yang berlokasi di Km. 17 Kecamtan Gambut Kabupaten Banjar, lahan basah kawasan rawa pesisir pantai di Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, dan lahan basah daerah Tangkapan air (Damit) Kabupaten Tanah Laut, tetapi untuk postingan kali ini hanya akan dibahas tentang daerah pesisir pantai Desa Pagatan Besar serta daerah tangkapan air (Damit).

DSC01215

Sebelumnya, saya akan sedikit memberikan gamabaran tentang daerah lahan basah rawa gambut yang berlokasi di Km. 17 Kecamtan Gambut Kabupaten Banjar  ini memiliki potensi yang sangat bagus sebagai tempat pembudidiayaan beberapa tanaman obat seperti teratai, kayu galam, karamunting dan beberepa tanaman lain. Dasar rawanya sendiri merupakan hasil sedimentasi dari bahan-bahan organik sehingga berwarna hitam.

DSC01226

Daerah yang telah dikunjungi merupakan daerah yang telah diuruk beberapa lapis, lapisan pertama terdiri dari tanah liat yang berwarna putih kemudian tanah yang kedua berwarna merah. Sayang sekali daerah ini masih tidak jelas tujuan reklamasi lahannya, sebab menurut narasumber daerah ini sudah diuruk sejak setahun yang lalu namun sampai sekarang masih belum terlihat ingin dibangun apa di daerah tersebut. Permasalahan yang menyangkut masalah kesehatan akibat reklamasi lahan adalah migrasi nyamuk, karena daaerah rawa tersebut merupakan tempat habitat nyamuk sehingga jika daerah rawa tersebut direklamasi maka yang akan terjadi nyamuk bermigrasi ke daerah tempat penduduk tinggal sehingga menyebabkan wabah malaria.

Wilayah pesisir adalah suatu jalur saling pengaruh antara darat dan laut, yang memiliki ciri geosfer yang khusus, kearah darat dibatasi oleh pengaruh sifat-sifat fisik laut dan sosial ekonomi bahari, sedangkan ke arah laut dibatasi oleh proses alami serta akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan di darat.

Lingkungan pantai merupakan daerah yang selalu mengalami perubahan, karena merupakan daerah pertemuan kekuatan yang berasal darat dan laut Perubahan ini dapat terjadi secara lambat hingga cepat tergantung pada imbang daya antara topografi, batuan, dan sifatnya dengan gelombang, pasang surut dan angin. Oleh karena itu didalam pengelolaan daerah pesisir diperlukan suatu kajian keruangan mengingat perubahan ini bervariasi antar suatu tempat dengan tempat lain.

Manfaat ekosistem pantai sangat banyak, namun demikian tidak terlepas dari permasalahan lingkungan, sebagai akibat dari pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pantai. Permasalahan lingkungan yang sering terjadi di wilayah perairan pantai, adalah pencemaran, erosi pantai, banjir, inturusi air laut, penurunan biodiversitas pada ekosistem mangrove dan rawa, serta permasalahan sosial ekonomi.

DSC01234DSC01254

Pesisir pantai Pagatan Besar tergolong sebagai pantai yang cukup mengkhawtirkan keadaannya, karena pesisir pantai tersebut tergenang oleh lumpur yang dibawa air laut. Lumpur-lumpur yang mengendap di daerah pesisir pantai tersebut merupakan lumpur yang dibawa air laut dan  berasal dari aliran sungai Barito (laut di sekitar pesisir pantai Desa Pagatan Besar merupakan muara dari sungai Barito). Hal ini membuat daerah pesisir tersebut terlihat sangat kotor. Hampir di semua pesisir pantai yang dilalui saat observasi dilakukan tertutup oleh lumpur yang mengendap dengan panjang lumpur dari tepi pantai hingga ke laut sekitar 1-5 meter. Ironis memang, pantai yang seharusnya sebagai habitat dari flora dan fauna yang dapat hidup di pesisir pantai menjadi rusak oleh karena tertutup lumpur dari limbah pabrik-pabrik yang berdiri di sekitar sungai Barito.

Pantai di Desa Pagatan Besar ini sendiri menurut narasumber (penduduk) sebelumnya memang belum ada, jadi kemungkinan besar di daerah tersebut terjadi abrasi oleh keras ombak serta derasnya angin yang berhembus di atas air laut yang menimbulkan gelombang dan memiliki kekuatan untuk mengikis pantai, dengan kemungkinan terburuk pantai tersebut akan terus mengalami abrasi sehingga pantai semakin dekat ke rumah penduduk. Hal ini cukup merugikan bagi penduduk di sana karena harus mengungsi atau pindah secara permanen dari daerah tersebut. Daerah ini pun tidak memiliki kemampuan untuk menghalangi abrasi, karena hutan mangrove yang biasanya memiliki perakaran yang kuat untuk menahan abrasi hanya sedikit yang mampu tumbuh dan dapat bertahan di pantai ini.Tanaman mangrove yang hidup di daerah ini merupakan jenis Mangrove Api-api. Tanaman mangrove disini terlihat agak sedikit berbeda dari tanaman mangrove di daerah lain. Warga sekitar sendiri juga tidak mengetahui mengapa hanya sedikit mangrove yang dapat hidup di daerah tersebut. Memang ada mangrove yang terlihat telah dipotong dengan gergaji oleh warga, tetapi menurut pengakuan warga mereka hanya menggergaji tanaman  mangrove yang sudah mati saja, dengan alasan mereka mengetahui bahwa mangrove dapat berguna untuk menahan kikisan ombak di pantai. Kendala untuk penanaman mangrove kembali sendiri berupa sulitnya bibit mangrove untuk langsung hidup di tepi pantai karena dapat terkikis oleh ombak atau dibawa hanyut oleh ombak disekitar pantai tersebut. Hal ini dapat terjadi karena bibit mangrove tersebut belum memiliki perakaran yang kuat. Pemerintah sendiri belum memberikan tindakan serta perhatian yang intensif untuk masalah abrasi ini. Hal ini terlihat dengan tidak adanya usaha oleh pemerintah untuk melakukan pembangungan siring atau pemecah ombak di daerah tersebut.

DSC01237

Masalah salinitas di daerah tersebut merupakan salah satu masalah yang cukup urgent sehingga sangat mendesak untuk diselesaikan. Salinitas merupakan jumlah garam yang terkandung dalam satu kilogram air. Salinitas merupakan faktor yang penting dalam ketersediaan air bersih dalam lingkungan pesisir. Kadar salinitas dalam air yang berlebih mengakibatkan berbagai efek terhadap manusia terutama untuk kesehatan manusia. Air laut di daerah tersebut memikili kadar salinitas yang cukup tinggi. Masukknya air laut ke bawah tanah atau yang biasa disebut dengan intrusi air laut menyebabkan air bawah tanah di daerah tersebut terkontaminasi oleh air laut. Air tanah yang semula tawar menjadi payau, menurut narasumber air sumur yang mereka gunakan baru berubah menjadi payau sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang sebagian dari warga akan membeli air untuk digunakan sebagai air minum, tetapi untuk keperluan memasak serta masalah MCK tetap menggunakan air sumur yang ada di rumah mereka masing-masing. Beberapa warga mengatakan bahwa untuk masalah kesehatan tidak terlalu menjadi masalah karena sudah terbiasa, tetapi untuk kasus bayi, batita dan balita beberpa memang terkena diare dan gatal-gatal pada awalnya. Diare ini sumbernya dapat dari mikroorganisme yang merugikan seperti bakteri E.Coli, Shigella, Salmonella, dan Campylobacter yang mungkin terkontaminasi pada air sumur yang digunakan oleh warga. Sealin itu jika warga tersebut terus menkonsumsi air dengan kadar salinitas yang tinggi, logam-logam yang terlaut di air tersebut akan terakumulasi di tubuh mereka dan akan mengakibatkan berbagai penyakit di kemudian hari. Sebagai perbandingan, air tawar mempunyai salinitas < 0,5 ppt dan air minum maksimal 0,2 ppt. Dari sumber literatur lain, air tawar maksimal mempunyai salinitas 1 ppt sedangkan air minum 0,5 ppt. Sementara itu air laut rata-rata mempunyai salinitas 35 ppt.

Flora yang tumbuh di daerah ini hanya ada beberapa yaitu jarak, jangkang, banglai, andi-andi, lambai, bakung, pandan laut dan beberapa tanaman lain, sedangkan untuk fauna di daerah itu berupa udang, ikan laut, kerang, timpakul, nyamuk, kepiting (kepiting di daerah ini cukup aneh karena hanya memilik satu capit, ada yang memiliki di sebelah kanan dan ada pula yang disebelah kiri serta ada pula kepiting satu capit yang berwarna biru menyala), dan hewan-hewan lainnya. Tanaman disini sendiri tidak terlalu dimanfaatkan warga sebagai tanaman obat atau dieksploitasi warga secara berlebihan sehinggga kebanyakan faktor alam yang mempengaruhi tanaman di daerah tersebut. Kemungkinan besar tanaman tersebut tidak terlalu dapat tumbuh di daerah tersebut karena kadar salinitas air tanah yang cukup tinggi sehinnga makin besar kadar garam menyebabkan zat cytokinin (substansi yang mengontrol daun) berkurang sehingga daun akan cepat menjadi layu sehingga tumbuhan cepat mati.

Sebagian warga selain memiliki mata pencaharian sebagai petani juga sebagai nelayan yang memanfaatkan kekayaan alam di daerah tersebut. Banyak nelayan yang memanfaatkan daerah pesisir untuk memasang jala, membuat jala, serta melabuhkan kapal-kapal mereka.

Kizzziel anay..064

Daerah tangkapan air (Damit) yang terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut merupakan tempat observasi selanjutnya.  Damit ini merupakan daerah yang digunakan sebagai  pemasok air untuk perairan di sawah serta kebun petani yang ada di sekitar daerah tersebut. Keadaan fisik daerah tangkapan air ini cenderung kurang perawatannya serta kemampuannya untuk menampung air juga kurang karena dari awal pembuatannya sampai sekarang sudah 2 (dua) kali mengalami jebol.

Jenis air yang terdapat di kawasan Damit adalah air yang berada dalam siklus hidrologi (air hujan), yang disebut dengan air meteorik. Siklus air meteorik ini erat hubungannya dengan siklus hidrogeologi atau siklus air anah, Di dalam siklus ini terdapat beberapa proses yaitu radiasi, evaporasi, evapotranspirasi, dan presipitasi.

Pada saat musim hujan, maka tangkapan air menjadi lebih banyak sehingga untuk pengairan sawah dan kebun menjadi lancar. Eksploitasi hutan berupa penebangan pohon di daerah tersebut menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air. Tidak adanya penahan air dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi rentan mengalami banjir dan longsor. Bendungan yang ada di daerah tersebut akan bekerja lebih berat untuk menampung air hujan dan air yang berasal dari beberapa anak sungai yang jika bendungan tidak mampu menahan air akan mengakibatkan jebolnya tanggul sehingga menyebabkan banjir dan berakibat buruk pada petani di daerah tersebut karena sawah dan kebun mereka rusak. Kejadian ini memberikan kerugian yang cukup besar pada para petani, dan menurut hasil observasi beberapa petak sawah di daerah tersebut terbengkalai karena rusak ketika terjadi banjir.

Kizzziel anay..058DSC01316

Musim kemarau merupakan salah satu penyebab kekeringan di daerah tersebut. Daerah Damit akan mengalami kekurangan pasokan air sehari-hari. Bibit tanaman yang ada di sawah akan terganggu pertumbuhannya karena kekurangan air. Irigasi lebih diprioritaskan untuk tanaman palawija, sedangkan untuk sawah. Keuntungan pada masa ini, daerah tersbut tidak akan mengalami banjir karena pasokan air yang ditahan oleh bendungan berkurang.

DSC01312

Flora dan fauna didaerah ini cukup beragam, dan beberapanya berkhasiat sebagai tanaman obat. Tanaman-tanaman tersebut antara lain rumput remason, padi, singkong, timun, kacang panjang, tomat, tebu, karamunting, jagung, kangkung, permot, dan karet. Fauna yang hidup di daerah tersebut berupa semut, lalat, cacing, bekicot, siput dan lebah tanah. Pada umumnya warga di sana hanya memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan mencari keuntungan yang bersifat materil.

Masalah kesehatan bukan masalah utama di daerah ini. Penyakit yang sering muncul berupa demam berdarah dan penyakit kulit. Banyaknya daerah yang tergenang oleh air dapat menjadi habitat nyamuk demam berdarah. Warga daerah Damit ini tidak menggunakan air untuk dikonsumsi, hanya untuk mencuci dan mandi sehingga untuk penyakit diare atau saluran pencernaan lain yang berasal dari air tidak terlalu bermasalah, tetapi untuk masalah penyakit kulit masih ada di masyarakat sekitar.

Dari ketoga tempat yang telah dikunjungi, ada berbagai tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman obat seperti teratai yangberguna untuk anlagetika (pereda nyeri), antipiretika (penurun demam), serta anti diare; alang-alang yang dapat digunakan untuk mengobati panas dalam, sariawan, menghentikan pendaharahan, pelembut kullit, oenambah nafsu makan, siuretika, ginjal, hipertensi, dan penyakit syaraf lainnya; purun tikus dapat digunakan sebagai indikator herbal untuk tanah sulfat masam dan mengikat kadar logam; karamunting dengan khasiat sebagai penetral racun,  disentri basiler, diare, hepatitis, keputihan(leukorea), haid, wasir darah, pendarahan rahim, berak darah, radang dinding pembuluh darah, tromboangitis; Mengkudu dapat menurunkan kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL), selain itu dapat diguakan sebagai obat cacing Ascaridia galli, untuk mengatasi peradangan, mempercepat pertumbuhan, dan mengatur pertumbuhan sel normal; jambu biji dapat digunakan sebagai obat diare serta untuk relaksasi tonus otot polos; Lempuyang pahit memiliki kandungan minyak atsiri dengan komponen utama seskuiterpenketon dan fungsinya sebagai pereda kejang perut;  Api-api dapat digunakan sebagai kontrasepsi alami; rumput rhemason untuk mengobati gatal-gatal

 
2 Comments

Posted by pada 25 Juni 2009 in PLLB

 

Neoliberalisme..

Sebenarnya saia bukan orang yang berkompeten masalah ini tapi saia hanya mencoba memberikan sedikt posting ttg hal ini..

Hampir sepekan terakhir, kata yang lengkapnya neolibralism ini menjadi begitu hot di negeri ini. Mulai ekonom, politisi hingga praktisi menyoal neolib yang menyeruak begitu saja dan bergerak tanpa arah.

Dalam skop kekinian di negeri ini, neolib memang telah menjadi dagangan yang kontroversial. ‘Barang’ tak berwujud itu seolah menjadi merek dagang yang kurang menguntungkan di pasar politik negeri ini. Setidaknya, itu dirasakan salah satu pasangan peserta kontes presiden yang diidentifikasi sebagai ‘pemegang’ lisensi produk asli negara barat tersebut.

Namun, hingga detik ini, jujur harus dikatakan, rakyat tidak pernah mengerti apa sebenarnya neolib yang diributkan elite politik kita. Kontes presiden Juli mendatang menjadi momentum bagi elite politik menebar pesona hingga mencela lawan politiknya melalui isu yang sulit dipahami rakyat.

Kalangan pengamat menilai tiga pasang capres-cawapres telah mengabaikan ekonomi yang berdasarkan konstitusi yang merupakan ekonomi kerakyatan dalam wujud koperasi.

Ketiganya lebih berorientasi pada paham neoliberalisme yang merupakan kepanjangan tangan dari kapitalisme barat.

jika capres-cawapres tersebut peduli dengan ekonomi kerakyatan, maka pemahaman yang paling mudah adalah bercermin pada pasal-pasal di konstitusi UUD 1945 seperti pasal 33 ayat 1 tentang koperasi.

Dalam pasal 33 juga kan disebut dalam ayat 1. Merujuk pasal itu, institusi yang wajib dikembangkan adalah koperasi. Jadi, koperasi merupakan cara wajib ekonomi kerakyatan. Tapi ketiga capres itu tidak menyebut soal koperasi. Artinya, tidak mengusung ekonomi kerakyatan Padahal negara berkewajiban mengembangkan koperasi. Akan tetapi tidak ada capres-cawapres yang membicarakan koperasi dalam visi-misinya. “Memang mereka membicarakan UKM, tetapi koperasinya hilang

Blok Perubahan akan terus aktif secara politik mengawal demokrasi dengan mengusung tema Jalan Baru yang anti-neoliberalisme. “Neoliberalisme telah gagal membawa kesejahteraan untuk mayoritas rakyat Indonesia dan penyebab utama kebangkrutan dan krisis dunia saat ini. Dikatakannya, neoliberalisme adalah penjajahan ekonomi oleh kekuatan luar melalui kebijakan dan pembengkakan utang yang harus dilawan. Untuk terus mengampayekan antineoliberalisme. kampanye Jalan Baru yang antineoliberalisme telah digulirkan sejak dua tahun lalu secara ideologi berhasil. Buktinya, ketiga calon presiden dan calon wakil presiden saat ini mengusung tema ekonomi kerakyatan. Hanya saja, kata Rizal, dari ketiga pasangan capres-cawapres, tidak semuanya sungguh-sungguh mau memperjuangkan garis ekonomi antineoliberal serta  berpihak kepada ekonomi rakyat dan kepentingan nasional.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah live show di sebuah televisi swasta, merasa gerah dengan isu neolib yang diarahkan kepadanya. Terang-terangan, Yudhoyono mengaku tidak mengerti stigma neolib yang sepekan terakhir ditudingkan kepadanya.

Kita bisa memahami apa yang menjadi kegelisahan Yudhoyono. Suka tidak suka, sebuah negara dengan sistem ekonomi terbuka tentu harus pula berhadapan dengan pasar bebas. Dalam konteks ini, Indonesia sulit untuk tidak menjadi bagian dari sistem pasar bebas. Dan, faham neolibs sebagai reinkarnasi dari sistem ekonomi liberalisme saat ini memang telah menguasai sistem perekonomian dunia. Menurut Yudhoyono, pemerintahannya tidak pernah menganut paham neoliberalisme yang menyerahkan semua kebijakan ekonomi pada aturan pasar bebas.

Selama lima tahun terakhir, Yudhoyono mengatakan, kebijakan ekonomi pemerintahannya juga memberikan proteksi kepada masyarakat berkemampuan ekonomi lemah sambil mengalirkan pertumbuhan.

Selain itu, pemerintah juga banyak melakukan intervensi mengeluarkan kebijakan ekonomi tanpa menyerahkannya begitu saja kepada para pelaku usaha, terutama perusahaan-perusahaan multinasional. Yudhoyono juga mengatakan ia tidak mempercayai rumusan “trickle down effect“, yaitu bahwa pertumbuhan ekonomi bermula dari lapisan ekonomi kelas atas yang akan mengalir merata ke kelas ekonomi bawah.

“Itu tidak bekerja untuk negara berkembang. Ke depan, tidak boleh lagi ada disini tumbuh sedangkan yang disana hanya menunggu bantuan,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Demokrat bidang politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Jumat (22/5) mengatakan gerakan dan sistem ekonomi neoliberalisme atau populer dengan istilah neolib amat jelas menjadi alat kampanye politik menjelang pilpres terutama menyerang pihaknya.

“Padahal, calon presiden (capres) yang kami usung yakni Susilo Bambang Yudhoyono menjalankan kebijakan (pembangunan ekonominya) yang berbasis ideologi Pancasila dan menjalankan amanat konstitusi,” katanya.

Anas juga menyatakan, sangat jelas bahwa selama ini kebijakan tripple track strategy dijalankan Pemerintahan Yudhoyono, yakni pro growth, pro job and pro poor. “Kan neolib tidak akan mengenal subsidi, BLT, PNPM Mandiri, KUR, Program Keluarga Harapan, BOS, Raskin, Jamkesmas dan sebagainya,” kata Anas.

Ia meyakini, semua kebijakan tersebut merupakan intervensi negara untuk membela kalangan miskin, demi keadilan yang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Anas Urbaningrum juga mengingatkan lawan politiknya, agar jangan sembarangan menggunakan label neolib untuk menyerang. “Sebab, labelisasi neolib atas nama kampanye politik acapkali tuna substansi dan kehilangan konteks,” katanya. Bahkan, menurut Anas Urbaningrum, ada yang sekedar ikut-ikutan untuk gagah-gagahan dengan sampul pro-rakyat. (Ant/OL-06)

Pertanyaannya, apakah Indonesia menganut ekonomi neolib? Secara kasat mata, sulit untuk mengatakan ya atau tidak. Namun, jujur kita melihat tim ekonomi pemerintahan Yudhoyono tidak bisa melepas sistem neolib melalui ‘Washington Consensus’. Artinya, Indonesia memang masih sulit untuk tidak berpaling dari juragan di Washington (Amerika Serikat).

Isu ekonomi kerakyatan pun menjadi lawan tanding paling sepadan dari neolib. Sistem ekonomi keberpihakan terhadap rakyat inilah yang saat ini dijual kontestan pilpres. Terus terang, memang menjadi sangat lucu ketika mereka tiba-tiba mengusung konsep ekonomi kerakyatan. Padahal, rakyat pun tahu selama ini mereka ‘abdi’ neolib.

Sulit untuk tidak mengatakan mereka melepas begitu saja kostum neolib yang melekat kepadanya. Bagaimana semasa Megawati duduk di tampuk pemerintahan, banyak perusahaan negara ‘diobral’. Menjadi paradoks ketika Prabowo Subianto yang pengusaha kaya raya, tiba-tiba mengusung ekonomi kerakyatan. Kita tahu, ayahnya sang begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesomo adalah pengusung sistem ekonomi liberal. Demikian pula Jusuf Kalla, seorang juragan yang segala sesuatunya menghitung dari kacamata ekonomi.

Pendek kata, tiga pasang capres-cawapres di atas tidak bisa dikatakan bersih sama sekali dari faham neolib yang memang tengah merajai dunia. Mereka tidak bisa lepas begitu saja. Tatanan ekonomi dunia sekarang ini, tidak lagi mengharuskan suatu negara menutup diri seperti masa lalu.

Ekonomi kerakyatan memang sangat menjanjikan. Namun apakah itu hanya janji atau harapan yang dicita-citakan elite di negeri ini. Jika ekonomi kerakyatan benar-benar diimplementasikan secara nyata nantinya, tentu sangat kita hargai. Namun, jika sebatas janji, apa bedanya dengan neolib yang hanya dijadikan sasaran tembak semata. Jika tujuannya hanya kursi di Istana, apa bedanya neolib dengan neolips !
Dari berbagai sumber.

 
Leave a comment

Posted by pada 31 Mei 2009 in PKN

 

DESA TUNGKARAN SEBAGAI OBJEK LAHAN BASAH DAN OBJEK KEFARMASIAN

Populasi enceng gondok

Hari kamis tanggal 12 Maret 2009, saya bersama teman-teman melakukan observasi ke Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dengan titik koordinat 30 23’ 55.7” S dan 1140 49’ 32.5” E sebagai objek penelitian. daerah ini memiliki jenis tanah liat, dengan struktur tanah yang tidak teratur teteapi cukup subur, dengan daerah perairan atau rawa yag cukup dominan, dan mata pencaharian warga sekitar berupa petani dan pemancing ikan.

Di desa Tungkaran tersebut terdapat beberapa ekosistem lahan basah, yang di dalamnya hidup beberapa jenis tanaman dan hewan. Tanaman yang hidup dalam ekosistem tersebut seperti enceng gondok, purun tikus, kangkung, teratai, kelakai ( Stenochlaena palutris ) dan beberapa tanaman lain, sedangkan untuk hewan ada beberapa jenis ikan yang hidup di daerah tersebut seperti papuyu, ikan sepat, ikan gabus, selain ikan ada juga jenis hewan lain yang hidup di sana seperti kodok dan siput. Danau yang ada di Desa Tungkaran dapat disebut sebagai lahan basah karena sudah memenuhi kriteria dari RAMSAR, yaitu tempat tersebut merupakan daerah rawa, yang terbentuk secara alami, bersifat payau dengan kedalaman pada waktu surut tidak lebih dari 6 meter, dan pengertian Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis.

Sebagai suatu daerah lahan basah rawa tersebut digunakan oleh warga sekitar untuk memancing dan menjala ikan, enceng gondok dan purun tikus yang ada di sana digunakan untuk kerajinan tangan seperti untuk membuat tas dan tikar, dan apabila daerah tersebut mulai surut maka rawa tersebut akan dialihfungsikan menjadi daerah persawahan dengan menanami bibit-bibit padi. Jadi, ada nilai ekonomis yang didapatkan oleh warga yang telah memanfaatkan daerah tersebut. Tetapi daerah ini tidak digunakan sebagai tempat rekreasi. Lahan ini juga berfungsi sebagai penampung air, dan tak jarang pada musim hujan terjadi banjir di daerah ini. Selain itu cost yang didapat masyarakat bisa berasal dari tanaman-tanaman yang sengaja ditanam oleh mereka seperti pisang, kelapa, mangga, dan beberapa jenis tanaman lainnya.

bibit padi

Daerah lahan basah di daerah tersebut dapat juga dipandang dari sisi kefarmasian dengan melihat tanaman-tanaman tersebut agar dimanfaatkan sebagai bahan penelitian, penggunaannya dengan mengisolasi zat berkhasiat dalam tanaman tersebut dan pembudidayaan tanaman tersebut tanpa merusak ekosistem yang sudah ada. Sebagai contoh purun tikus ( Eleocharis dulcis ) dapat digunakan sebagai pestisida alami yaitu Attraktan bagi penggerek batang, Purun Tikus

kelakai ( Stenochlaena palustris ) dapat digunakan sebagai pereda demam, mengobati sakit sakit kulit serta sebagai obat awet muda. Teratai juga dapat dimanfaatkan sebagai obat malaria, obat demam, obat eksim

Daun teratai terkenal sebagai obat penurun panas . karena daun teratai merangsang permukaan Pori pori kulit sehingga mampu memperlancar pengeluaran keringat karena hal tersebut panas badan akan menurun. jadi daun teratai bermanfaat sebagai obat demam. Batang teratai juga ada guna nya . batang teratai yang di rebus , kemudian airnya di minum dapat mengtasi gangguan lambung , disentri , melancarkan buang air kecil Akar teratai terutama teratai putih . tepung akar teratai putih rasanya agak manis. Tepung mentah akar teratai dapat mengobati sariawan , jika sudah dimasak tepung akar Teratai ber manfaat untuk menguatkan jantung Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa kandungan zat bioaktif kalakai di daun adalah flavonoid sebesar 1,750 persen, streroid sebesar 1,650 persen, dan alkaloid sebesar 1,085 persen. Sementara di batang, ternyata kalakai mengandung flavonoid sebesar 3,010 persen, steroid sebesar 2,583 persen dan alkaloid sebesar 3,817 persen. Dari serangkaian penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa kalakai mengandung zat bioaktif yang bersifat seperti anti oksidan seperti vitamin C, vitamin A, dan flavonoid. Zat bioaktif tersebut bekerja secara sinergis dengan makanisme antara lain dengan mengikat ion logam, radikal hidroksin dan oksigen singlet sebagai penghambat penuaan.

Tumbuhan Kangkung yang biasanya ditumis juga mengandung kandungan kimia antara lain karotena, hentriakontan dan sitosterol. Zat-zat tersebut berfungsi sebagai antiinflamasi, diuretik dan hemostatik. Beberapa khasiat dari tanaman ini antara lain untuk mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung digunakan untuk mengobati bisul, kapalan dan radang kulit bernanah. Bahkan Eceng gondok selama ini lebih dikenal sebagai tanaman gulma alias hama. Padahal, eceng gondok sebenarnya punya kemampuan menyerap logam berat. Kemampuan ini telah diteliti di laboratorium Biokimia, Institut Pertanian Bogor, dengan hasil yang sangat luar biasa.Penelitian daya serap eceng gondok dilakukan terhadap besi (Fe) tahun 1999 dan timbal (Pb) pada tahun 2000.Untuk mengukur daya serap eceng gondok terhadap Fe, satu, dua, dan tiga rumpun eceng gondok ditempatkan dalam ember plastik berisi air sumur dengan tambahan 5 ppm FeSO>jmp 2008m<>kern 199m<>h 6024m,0<>w 6024m<4>jmp 0m<>kern 200m<>h 8333m,0<>w 8333m< dan HNO>jmp 2008m<>kern 199m<>h 6024m,0<>w 6024m<3>jmp 0m<>kern 200m<>h 8333m,0<>w 8333m< untuk menjaga keasaman. Eceng gondok terbukti mampu menurunkan kadar polutan Pb dan Fe. Oleh karena itu, diyakini eceng gondok juga mampu menurunkan kadar polutan Hg, Zn, dan Cu yang mencemari Waduk Saguling dan Cirata. Sebab, secara struktur kimia, atom Hg, Zn, dan Cu termasuk dalam golongan logam berat bersama Pb dan Fe.MEMANG dilaporkan eceng gondok dapat tumbuh sangat cepat pada danau maupun waduk sehingga dalam waktu yang singkat dapat mengurangi oksigen perairan, mengurangi fitoplankton dan zooplankton serta menyerap air sehingga terjadi proses pendangkalan, bahkan dapat menghambat kapal yang berlayar pada waduk.Untuk mengeliminasi gangguan eceng gondok, misalnya, caranya bisa dengan membatasi populasinya. Pembatasan dapat dilakukan dengan membatasi penutupan permukaan waduk oleh eceng gondok tidak lebih dari 50 persen permukaannya.

Selain tanaman, hewan-hewan yang ada disana dapat juga diambil zat berkhasiatnya. Menurut  Prof.Doktor.Ir.Eddy Suprayitno MS, Guru Besar Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang dalam penelitian itu disebutkan, untuk memanfaatkan ikan haruan sebagai obat, ikan gabus diambil ekstraknya dengan mengukusnya, lalu menampung airnya. Air ekstrak itu langsung diminumkan ke pasien yang baru dioperasi.

Ikan haruan atau Channa striatus atau yang dikenal dengan nama lain Ophiocephalus striatus tersebut di Malaysia disebut pula haruan. Sejak tahun 1931, dalam literatur Malaysia telah menganjurkan pengobatan luka dengan haruan. Kemudian, perguruan tinggi di Malaysia hingga kini pun terus meneliti khasiat haruan dan memang di dalam haruan mengandung semua asam amino esensial dan asam lemak unik yang mampu mempercepat penyembuhan luka.

Apabila dilihat dari sisi seorang farmasis nantinya kita dapat memanfaatkan daerah rawa sebagai suatu asset yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai suatu lahan yang bernilai ekonomis, dan juga bermanfaat bagi orang lain, serta tidak merusak ekosistem yang sudah ada. Cara agar ahan tersebut kita gunakan sebagai sumber yang bernilai ekonomis adalah dengan cara mendirikan sebuah apotek di wilayah tersebut karena disana tidak terlihat adanya suatu apotek (bahkan jarak dengan PUSKESMAS pun cukup jauh), selain itu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman tersbut sebagai obat baik dengan cara mengisolassi zat aktifnya, menjadikannya simplisia kering, menarik zat berkhasiatnya dengan cara maserasi, perkolasi, ataupun infusa. Disini dapat bermanfaat bagi orang lain karena kita dapat memberika penyuluhan-penyuluhan kesehatan dengan mudah, memberikan informasi tentang guna dan cara penggunaan tanaman tersebut. Maksud dari kalimat tanpa merusak ekosistem yang sudah ada karena kita bersama masyarakat yang lain dapat membudidayakan tanaman-tanaman dan hewan yang hidup di daerah rawa tersebut, sehingga ekosistemnya tetap terjaga dan kita juga tetap bisa mendapatkan keuntungan dari sana.

Lahan tersebut saat ini terlihat seperti lahan yang tidak dimanfaatkan, mungkin hanya dimanfaatkan pada musim tanam, untuk memancing, dan beberapa warga terlihat membuat kerajinan tangan. Padahal tanaman-tanaman dan hewan yang ada disana bisa dimanfaatkan lebih daripada itu apabila kita teliti lebih lanjut.

Terima kasih, semoga post ini berguna untuk orang lain

Dari berbagai sumber.

 
3 Comments

Posted by pada 17 Maret 2009 in PLLB

 

Asam deoksiribonukleat

Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.

Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. Di antara perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Struktur

DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai polinukleotida.

Rantai DNA memiliki lebar 22-24 Å, sementara panjang satu unit nukleotida 3,3 Å[1]. Walaupun unit monomer ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom terbesar pada manusia terdiri atas 220 juta nukleotida[2].

Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.

DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Masing-masing untai terdiri dari rangka utama, sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada heliks. Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenin (dilambangkan A), sitosin (C, dari cytosine), guanin (G), dan timin (T). Adenin berikatan hidrogen dengan timin, sedangkan guanin berikatan dengan sitosin.

Replikasi

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan “konjugat” dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi DNA ini terjadi. Salah satu teori yang paling populer menyatakan bahwa pada masing-masing DNA baru yang diperoleh pada akhir proses replikasi; satu rantai tunggal merupakan rantai DNA dari rantai DNA sebelumnya, sedangkan rantai pasangannya merupakan rantai yang baru disintesis. Rantai tunggal yang diperoleh dari DNA sebelumnya tersebut bertindak sebagai “cetakan” untuk membuat rantai pasangannya.

Proses replikasi memerlukan protein atau enzim pembantu; salah satu yang terpenting dikenal dengan nama DNA polimerase, yang merupakan enzim pembantu pembentukan rantai DNA baru yang merupakan suatu polimer. Proses replikasi diawali dengan pembukaan untaian ganda DNA pada titik-titik tertentu di sepanjang rantai DNA. Proses pembukaan rantai DNA ini dibantu oleh beberapa jenis protein yang dapat mengenali titik-titik tersebut, dan juga protein yang mampu membuka pilinan rantai DNA. Setelah cukup ruang terbentuk akibat pembukaan untaian ganda ini, DNA polimerase masuk dan mengikat diri pada kedua rantai DNA yang sudah terbuka secara lokal tersebut. Proses pembukaan rantai ganda tersebut berlangsung disertai dengan pergeseran DNA polimerase mengikuti arah membukanya rantai ganda. Monomer DNA ditambahkan di kedua sisi rantai yang membuka setiap kali DNA polimerase bergeser. Hal ini berlanjut sampai seluruh rantai telah benar-benar terpisah.

Proses replikasi DNA ini merupakan proses yang rumit namun teliti. Proses sintesis rantai DNA baru memiliki suatu mekanisme yang mencegah terjadinya kesalahan pemasukan monomer yang dapat berakibat fatal. Karena mekanisme inilah kemungkinan terjadinya kesalahan sintesis amatlah kecil.

Penggunaan DNA dalam teknologi

DNA dalam forensik

Ilmuwan forensik dapat menggunakan DNA yang terletak dalam darah, semen, kulit, liur atau rambut yang tersisa di tempat kejadian kejahatan untuk mengidentifikasi kemungkinan tersangka, sebuah proses yang disebut fingerprinting genetika atau pemrofilan DNA (DNA profiling). Dalam pemrofilan DNA panjang relatif dari bagian DNA yang berulang seperti short tandem repeats dan minisatelit, dibandingkan. Pemrofilan DNA dikembangkan pada 1984 oleh genetikawan Inggris Alec Jeffreys dari Universitas Leicester, dan pertama kali digunakan untuk mendakwa Colin Pitchfork pada 1988 dalam kasus pembunuhan Enderby di Leicestershire, Inggris. Banyak yurisdiksi membutuhkan terdakwa dari kejahatan tertentu untuk menyediakan sebuah contoh DNA untuk dimasukkan ke dalam database komputer. Hal ini telah membantu investigator menyelesaikan kasus lama di mana pelanggar tidak diketahui dan hanya contoh DNA yang diperoleh dari tempat kejadian (terutama dalam kasus perkosaan antar orang tak dikenal). Metode ini adalah salah satu teknik paling terpercaya untuk mengidentifikasi seorang pelaku kejahatan, tetapi tidak selalu sempurna, misalnya bila tidak ada DNA yang dapat diperoleh, atau bila tempat kejadian terkontaminasi oleh DNA dari banyak orang

DNA dalam komputasi

DNA memainkan peran penting dalam ilmu komputer, baik sebagai masalah riset dan sebagai sebuah cara komputasi.

Riset dalam algoritma pencarian string, yang menemukan kejadian dari urutan huruf di dalam urutan huruf yang lebih besar, dimotivasi sebagian oleh riset DNA, dimana algoritma ini digunakan untuk mencari urutan tertentu dari nukleotida dalam sebuah urutan yang besar. Dalam aplikasi lainnya seperti editor text, bahkan algoritma sederhana untuk maslah ini biasanya mencukupi, tetapi urutan DNA menyebabkan algoritma-algoritma ini untuk menunjukkan sifat kasus-mendekati-terburuk dikarenakan jumlah kecil dari karakter yang berbeda.

Teori database juga telah dipengaruhi oleh riset DNA, yang memiliki masalah khusus untuk menaruh dan memanipulasi urutan DNA. Database yang dikhususkan untuk riset DNA disebut database genomik, dam harus menangani sejumlah tantangan teknis yang unik yang dihubungkan dengan operasi pembandingan kira-kira, pembandingan urutan, mencari pola yang berulang, dan pencarian homologi

Sejarah

DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher di Tubingen, Jerman, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel. Namun demikian, penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel. DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.

Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik. Dalam penelitian oleh Avery dan rekan-rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal men-transform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan pencari jejak radioaktif (radioactive tracers).

Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.

E:\hadijah\SEMESTER II\kimia analisis\Asam deoksiribonukleat – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm

 
Leave a comment

Posted by pada 20 Februari 2009 in tugas

 

“ KARBOHIDRAT “

1. Susunan dan penggolongan karbohidrat

a. Susunan terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida

b. penggolongan karbohidrat

karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida, disakarida dan polisakarida

2. Monosakarida

Dapat berupa aldesa dan ketosa

a. Konfigurasi monosakarida

1. Struktur terbuka ( Alifatis )

2. Struktur melingkar

b. Sifat –Sifat Monosakarida

1. Kelarutan dalam air

2. Mutarotasi

3. Oksidasi

4. Reduksi

c. Beberapa Monosakarida

1. Glukosa

2. Fruktosa

3. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa

3. Disakarida

Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.

a. Sukrosa

Sukrosa adalah gula pasir biasa. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa

b. Maltosa

Terdiri atas dua molekul glukosa. Digunakan dalam makanan bayi. Maltosa tergolong gula pereduksi

c. Laktosa

terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju.

4. Polisakarida

a. Amilum

Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa, sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.

b. Glikogen

Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600.000 molekul glukosa

c. Selulosa

Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1, – 4 ). Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.

5. Reaksi pengenalan karbohidrat

1. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch

2. Gula pereduksi, yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict.

3. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin

 
7 Comments

Posted by pada 19 Februari 2009 in tugas

 

GAS RUMAH KACA

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktifitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernafasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

Uap air

Meningkatnya uap air di Boulder, Colorado.

Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktifitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal.

Dalam model iklim, meningkatnya temperatur atmosfer yang disebabkan efek rumah kaca akibat gas-gas antropogenik akan menyebabkan meningkatnya kandungan uap air di troposfer, dengan kelembapan relatif yang agak konstan. Meningkatnya konsentrasi uap air mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca; yang mengakibatkan meningkatnya temperatur; dan kembali semakin meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Keadaan ini terus berkelanjutan sampai mencapai titik ekuilibrium (kesetimbangan). Oleh karena itu, uap air berperan sebagai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusia yang melepaskan gas-gas rumah kaca seperti CO2[1]. Perubahan dalam jumlah uap air di udara juga berakibat secara tidak langsung melalui terbentuknya awan.

Karbondioksida

Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.

Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, aktifitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Pada tahun 1750, terdapat 281 molekul karbondioksida pada satu juta molekul udara (281 ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbondioksida telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Jika prediksi saat ini benar, pada tahun 2100, karbondioksida akan mencapai konsentrasi 540 hingga 970 ppm. Estimasi yang lebih tinggi malah memperkirakan bahwa konsentrasinya akan meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan masa sebelum revolusi industri.

Metana

Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari pencernaan. Sejak permulaan revolusi industri pada pertengahan 1700-an, jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengah kali lipat.

Nitrogen Oksida

Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Ntrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16 persen bila dibandingkan masa pre-industri

Gas lainnya

Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan (furniture), dan temoat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet). Selama masa abad ke-20, gas-gas ini telah terakumulasi di atmosfer, tetapi sejak 1995, untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan dalam Protokol Montreal tentang Substansi-substansi yang Menipiskan Lapisan Ozon, konsentrasi gas-gas ini mulai makin sedikit dilepas ke udara.

Para ilmuan telah lama mengkhawatirkan tentang gas-gas yang dihasilkan dari proses manufaktur akan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Pada tahun 2000, para ilmuan mengidentifikasi bahan baru yang meningkat secara substansial di atmosfer. Bahan tersebut adalah trifluorometil sulfur pentafluorida. Konsentrasi gas ini di atmosfer meningkat dengan sangat cepat, yang walaupun masih tergolong langka di atmosfer tetapi gas ini mampu menangkap panas jauh lebih besar dari gas-gas rumah kaca yang telah dikenal sebelumnya. Hingga saat ini sumber industri penghasil gas ini masih belum teridentifikasi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca

 
2 Comments

Posted by pada 19 Februari 2009 in tugas

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.